Tuesday, August 19, 2008

 

Lagi-lagi Tkw jadi Korban

Majikan malaysia aniaya 2 TKW
Senin, 18 Juni 2001

Pontianak- Kembali, dua Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia yang bekerja sebagai pembantu di Malaysia tidak mendapatkan gaji selama berbulan-bulan. Bahkan mereka mendapatkan perlakuan semena-mena dari majikannya, mulai dari tamparan di pipi, dijambak rambutnya hingga pemukulan. Awal mula ia bekerja di Malaysia dari ajakan temannya di Pemangkat yang mengajaknya pergi ke Balai Karangan. Dari sana, ia kemudian diajak lagi untuk bekerja di Malaysia di sebuah kilang dengan gaji 250 - 300 Ringgit per bulannya. Karena memang sedang butuh kerja dan mendapatkan tawaran menggiurkan begitu, Nunu langsung mengiyakan. Tak lama berselang, ia dibawa ke Entikong dan paspornya diserahkan kepada agen bernama Elle dan ia ditampung selama seminggu. Ternyata, setelah majikan mengambilnya, bukan kerja di kilang yang diberikan padanya melainkan ia malah disuruh kerja sebagai pelayan kedai kopi. Kerjanya yang mulai subuh hingga tengah malam, membuat Nunu tak betah, ia memilih untuk pulang saja. Apalagi perlakuan majikannya yang kadang diluar batas kemanusiaan, membuat tekatnya kian kuat. Karena itulah, ia langsung menghubungi agennya Elle untuk minta tolong, tetapi majikannya tetap tak mau melepaskan dirinya. "Saya ditahan di rumah tauke itu," cetusnya. Suatu malam, Nunu nekat kabur dari rumah majikannya yang merangkap kedai kopi itu. Ia langsung menelpone taksi dan minta diantarkan ke Konsulat.
Untunglah perjalanannya lancar-lancar saja sehingga ia bisa terbebas dari jeratan si tauke yang sering ringan tangan. Nunu mengenang, bagaimana perlakuan majikannya yang bila ia salah kerja sedikit saja, maka tamparan di pipi atau jambakan rambut, tak luput diterimanya. "Wajah dan tubuh saya sampai bengkak-bengkak kebiruan dipukuli, belum hilang bekasnya, sudah dipukul lagi," katanya sedih. Begitupun gaji yang menjadi haknya selama sembilan bulan bekerja memeras keringat di kedai kopi, ternyata tidak pernah dibayarkan barang sedikitpun, ia hanya diberi makan seadanya saja. "Bahkan untuk beli keperluan pembalut kewanitaan saja, saya tak punya uang. Untunglah teman-teman disana, berbaik hati mau memberi," katanya pilu. Nasib tak dibayarkan gajinya juga menimpa seorang ibu rumah tangga berinisial Marsi, asal Medan Sumatera Utara. Ketika diajak pergi oleh sponsor, ia dijanjikan akan kerja di sebuah restoran di Malaysia dengan gaji 300 Ringgit per bulan. Meski tak dipungut bayaran, namun untuk kepergiannya ke Malaysia, Marsi harus mengeluarkan uang dari koceknya sendiri. Baru dua bulan berada di rantau, karena dipekerjakan semena-mena sebagai pembantu rumah tangga. Marsi memilih untuk pulang saja ke tanah air. Betapa kagetnya ia ketika hendak meminta uang gajinya, ternyata semua hasil jerih payahnya telah "dimakan" oleh agennya, Ase. Tinggallah ia merana pergi ke Konsulat, dengan tangan hampa.(mel)
< Pontianak- Kembali, dua Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia yang bekerja sebagai pembantu di Malaysia tidak mendapatkan gaji selama berbulan-bulan. Bahkan mereka mendapatkan perlakuan semena-mena dari majikannya, mulai dari tamparan di pipi, dijambak rambutnya hingga pemukulan. Awal mula ia bekerja di Malaysia dari ajakan temannya di Pemangkat yang mengajaknya pergi ke Balai Karangan. Dari sana, ia kemudian diajak lagi untuk bekerja di Malaysia di sebuah kilang dengan gaji 250 - 300 Ringgit per bulannya. Karena memang sedang butuh kerja dan mendapatkan tawaran menggiurkan begitu, Nunu langsung mengiyakan. Tak lama berselang, ia dibawa ke Entikong dan paspornya diserahkan kepada agen bernama Elle dan ia ditampung selama seminggu. Ternyata, setelah majikan mengambilnya, bukan kerja di kilang yang diberikan padanya melainkan ia malah disuruh kerja sebagai pelayan kedai kopi. Kerjanya yang mulai subuh hingga tengah malam, membuat Nunu tak betah, ia memilih untuk pulang saja. Apalagi perlakuan majikannya yang kadang diluar batas kemanusiaan, membuat tekatnya kian kuat. Karena itulah, ia langsung menghubungi agennya Elle untuk minta tolong, tetapi majikannya tetap tak mau melepaskan dirinya. "Saya ditahan di rumah tauke itu," cetusnya. Suatu malam, Nunu nekat kabur dari rumah majikannya yang merangkap kedai kopi itu. Ia langsung menelpone taksi dan minta diantarkan ke Konsulat.
Untunglah perjalanannya lancar-lancar saja sehingga ia bisa terbebas dari jeratan si tauke yang sering ringan tangan. Nunu mengenang, bagaimana perlakuan majikannya yang bila ia salah kerja sedikit saja, maka tamparan di pipi atau jambakan rambut, tak luput diterimanya. "Wajah dan tubuh saya sampai bengkak-bengkak kebiruan dipukuli, belum hilang bekasnya, sudah dipukul lagi," katanya sedih. Begitupun gaji yang menjadi haknya selama sembilan bulan bekerja memeras keringat di kedai kopi, ternyata tidak pernah dibayarkan barang sedikitpun, ia hanya diberi makan seadanya saja. "Bahkan untuk beli keperluan pembalut kewanitaan saja, saya tak punya uang. Untunglah teman-teman disana, berbaik hati mau memberi," katanya pilu. Nasib tak dibayarkan gajinya juga menimpa seorang ibu rumah tangga berinisial Marsi, asal Medan Sumatera Utara. Ketika diajak pergi oleh sponsor, ia dijanjikan akan kerja di sebuah restoran di Malaysia dengan gaji 300 Ringgit per bulan. Meski tak dipungut bayaran, namun untuk kepergiannya ke Malaysia, Marsi harus mengeluarkan uang dari koceknya sendiri. Baru dua bulan berada di rantau, karena dipekerjakan semena-mena sebagai pembantu rumah tangga. Marsi memilih untuk pulang saja ke tanah air. Betapa kagetnya ia ketika hendak meminta uang gajinya, ternyata semua hasil jerih payahnya telah "dimakan" oleh agennya, Ase. Tinggallah ia merana pergi ke Konsulat, dengan tangan hampa.(mel)

Comments:
mf cuma mau sering sahpa tau bisa membantu anda dan aku mau cerita kisah nyata aku dalam kesuksesan aku,begini aku dulu anak petani 3bersaudara aku anak ke 3,3tahun yang lalu orang tuaku pusing karna banyak hutangnya gara gara aku disekolahkan sampai lulus s1,tapi aku diam2 mencari jalan keluar permasalahan kami and cek di internet sahpa tau ada orang pintar bisa membantu,tapi lama kelamaan aku temukan posting orang yang pernah minta bantuan ama mbah sangrego degan nonya085756670667,tapi awal takut hubungi karna kata orang larangan agama,aku beranikan diri telpon beliau degar cerama atau arahanya ternyatah bukan juga jalan sesat,tergantun keyakinan kata mbahnya,banyak juga pilihan aku diberikan ada,uang balik,dana hibah,uang gaib,togel,jual tuyul,jual permata pusaka dan permata,pelaris dagan,pekerjaan,jodoh dll...tergantun keinginan kita juga dan tidak ada tumbal,berkat bantuan beliau aku tak terbebagi hutang orang tua lagi,dan orang tua pun senang setelah aku ceritakan semuanya,terima kasih,wassalam
 
Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]





<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Subscribe to Posts [Atom]