<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432614098327191945</id><updated>2011-11-27T16:13:51.765-08:00</updated><category term='keluargaku'/><category term='welcome'/><title type='text'>Suka duka TKI/TKW diluar negeri</title><subtitle type='html'>Selamat Datang sahabatku TKI/TKW!!
Blog ini ada untuk anda.Silahkan tuliskan masalah yang anda hadapi.Tulisan blog ini akan tersebar ke lebih dari 30.500 web/blog publisher,google adwords,Search Engine,lebih dari 1.359.611 alamat email secara automatis,termasuk 469 PJTKI,Konsulat RI.
Email Budakindonesia@gmail.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sahabattki.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabattki.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sahabatmu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16888093621067504981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432614098327191945.post-2163406660711201452</id><published>2008-08-21T22:53:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T22:59:23.680-07:00</updated><title type='text'>polisi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Perkosa WNI, Dua Polisi Laut Malaysia Diadili&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Minggu, 09 Oktober 2005  12:57 WIB&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Johor Bahru: Dua polisi laut daerah Johor Bahru dihadapkan ke Mahkamah Seksyen atas tuduhan memperkosa dan menyodomi Hafifah, 33 tahun, warga Indonesia asal Tanjung Pinang। Janda beranak satu dan berprofesi penjahit itu diperkosa saat hendak membeli kain di Malaysia।"Kedua terdakwa juga terjerat dengan dakwaan telah mencederai badan korban serta merampas uang, perhiasan, dan handphone milik korban," kata Kepala Konsulat Jenderal RI di Johor Bahru Maryadi Hadisuwiryo kepada Tempo।Kedua tertuduh keturunan India. Mereka baru saja menyelesaikan pendidikan kepolisiannya, yakni Paramasivam Krisnan, 23 tahun, dan Nanda Kumaran Nacappha, 26 tahun. Menurut informasi dari Konsulat RI Johor, peristiwa terjadi di daerah perkuburan Islam Mahmoodiyah, Jalan Dobbi, Johor Bahru, pada 21 Januari 2004 sekitar pukul 04:00-06:00 waktu setempat.Hafifah, Sabtu, hadir ke mahkamah mengenakan jubah cokelat dan berjilbab hitam. Ia didampingi oleh pengacaranya, Hisyam bin Abdulah, dan kepala Konsulat Jenderal RI Johor, Maryadi Hadisuwiryo. Dua diplomat yakni P. Budi Prakoso dan Wita P. Kamil serta koordinator Aliansi Buruh Migran (ABM) Jawa Timur di Kuala Lumpur, Saiful Aiman, juga hadir.Persidangan dimulai pukul 15.00 dan berlangsung tertutup. Selain pengacara korban, hanya wakil ABM Jawa Timur yang diizinkan masuk ke ruangan sidang untuk bantuan penerjemahan keterangan yang disampaikan Hafifah kepada hakim Haji Aliman bin Misri."Ini adalah kasus sangat serius yang sangat memalukan. KJRI Johor telah membuat laporan ke Perdana Menteri Abdullah Badawi dan pemerintah di Jakarta," kata Maryadi.Letnan Pilly Dewi Ros, pegawai penanggulangan kriminal Kepolisian Johor, yang hadir ke mahkamah, menyatakan bahwa kasus ini memalukan kesatuan polisi. Kedua terdakwa, kata dia, telah dipecat karena melanggar wewenang sebagai anggota perwira polisi.Usai persidangan, Saiful Aiman menjelaskan, segala keterangan saksi korban sudah disampaikan kepada hakim melalui jaksa penuntut umum, Pn. Syarifah. T.H. Salengke &lt;br /&gt; Polisi Malaysia Perkosa RS, Terancam Dipenjara Seumur Hidup &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1432614098327191945-2163406660711201452?l=sahabattki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabattki.blogspot.com/feeds/2163406660711201452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1432614098327191945&amp;postID=2163406660711201452' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/2163406660711201452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/2163406660711201452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabattki.blogspot.com/2008/08/polisi.html' title='polisi'/><author><name>Sahabatmu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16888093621067504981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432614098327191945.post-5818770093600765564</id><published>2008-08-21T22:46:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T22:51:44.375-07:00</updated><title type='text'>नसीब</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;APolis...polis...polis... kita&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0210/06/utama/D"&gt;http://www.kompas.com/kompas-cetak/0210/06/utama/D&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kisah WNI Korban Sindikat Pelacuran&lt;br /&gt;Dilecehkan dan Dijadikan Tersangka di Malaysia&lt;br /&gt;KAMI seperti lepas dari mulut singa masuk ke mulut buaya. Sebab, kami dibebaskan dari sindikat kemudian ditahan polis seperti penjahat," ujar Asih (24), warga negara Indonesia (WNI) yang dijual kepada sindikat pelacuran di Malaysia, mengawali cerita tentang perlakuan aparat hukum di Tawau, Sabah.&lt;br /&gt;Asih-demikian nama samaran gadis Jombang, Jawa Timur itu-bersama 13 rekannya masih terlihat lesu dan curiga terhadap orang asing setelah 23 hari ditahan oleh aparat Malaysia. Selama dua minggu, mereka dijebloskan di sel Balai Polis Tawau, kemudian dipindahkan di Pusat Tahanan Sementara (PTS) milik Imigresen Malaysia (Dinas Imigrasi-Red).&lt;br /&gt;Seluruh perempuan itu adalah korban sindikat pelacuran yang mengiming-imingi pekerjaan bergaji besar di Malaysia yang mencari mangsa di Jawa dan Sulawesi.&lt;br /&gt;Mereka enggan berbicara dengan orang lain, terlebih setelah sempat menjadi tontonan gratis warga Tawau dan diliput oleh media lokal. Setelah satu jam lebih didekati, barulah Asih dan teman-temannya yang ditampung di Wisma RI, mau berbicara.&lt;br /&gt;Semula mereka berpikir akan menghirup udara bebas sewaktu dibebaskan oleh tim gabungan Kantor Penghubung Urusan RI di Tawau bersama kepolisian setempat. Empat belas perempuan muda itu dibebaskan tanggal 10 September lalu dari Hotel Tanjung di Jalan Haji Karim, Kawasan Bandar Fajar di Kota Tawau.&lt;br /&gt;Namun, impian menghirup udara kebebasan musnah, dan berubah menjadi bencana, ketika mereka tidak mendapat perlindungan hukum dan justru dijadikan tersangka dengan tuduhan melanggar aturan imigrasi Malaysia. Malah, perlakuan tidak senonoh sempat diterima oleh mereka sejak pertama kali "dibebaskan" Polis Malaysia.&lt;br /&gt;"Aku sempat diperlakukan kurang ajar oleh dua orang polis di bilikku (kamar-Red) di lantai tiga. Polisi itu pura-pura ingin menolong kemudian malah memegang dadaku sampai kutepis tangan mereka," ujar Asih geram.&lt;br /&gt;Waktu belasan perempuan yang dibebaskan itu sedang mengangkut barang milik mereka, saat yang sama, komplotan mucikari dan tukang pukul lari tunggang langgang dari Hotel Fajar yang bertingkat tiga. Proses pembebasan yang berjalan tanpa perlawanan dari sindikat ternyata menjadi awal berlanjutnya cerita sedih bagi mereka.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;KANTOR Penghubung Urusan RI di Tawau melalui Konsul RI Makdum Tahir yang meminta bantuan kepolisian setempat, telah memohon agar para perempuan tersebut dapat tinggal di Wisma RI seperti sudah sering terjadi. Akan tetapi, permintaan tersebut ditolak Polis Tawau dengan dalih korban dibutuhkan sebagai saksi untuk proses hukum. Maka, mereka pun dibawa ke Balai Polis Tawau untuk mengikuti proses hukum sebagai saksi.&lt;br /&gt;Perlakuan sebagai saksi korban sangatlah menjadi pengalaman tak terlupakan sekaligus siksaan bagi Asih dan teman-temannya.Mereka dimasukkan ke dalam sel, tidak diberi barang kebutuhan sehari-hari, bahkan jatah makan pun sangat minim.&lt;br /&gt;"Seminggu pertama kami mandi tanpa sabun. Sikat gigi pun tidak. Kami menggosok gigi dengan jari," ujar Desi, teman Asih yang asal Tuban, Jawa Timur, sambil mencontohkan membersihkan mulut dengan jari.&lt;br /&gt;Pagi hari, jatah mereka adalah sepotong roti kering dan setengah gelas teh pahit. Siang dan malam hari barulah diberikan nasi sepiring dengan lauk seadanya.&lt;br /&gt;Perlakuan manusiawi muncul mendadak jika ada kunjungan dari pihak Konsulat RI. "Saya terkejut melihat mereka disuruh duduk di lantai dan kesulitan makan, minum, dan perlengkapan sehari-hari. Kami pun segera membantu mereka," kata Makdum Tahir.&lt;br /&gt;Namun, setelah pihak konsulat pergi, perlakuan buruk kembali mereka terima. "Makanan dari konsul tidak boleh dibawa ke sel. Kami harus duduk di lorong depan sel untuk menyantap makanan yang dibawa Pak Konsul," tutur Asih pedih.&lt;br /&gt;Itu barulah derita secara fisik belaka, belum lagi derita batin mereka. Tindakan semena-mena terus berlanjut terhadap mereka.&lt;br /&gt;Borgol! Pemborgolan terhadap sepasang tangan mereka selama menjalani proses peradilan adalah bagian paling menyakitkan perasaan para korban. Beriringan mereka diborgol dikawal petugas dari Balai Polis ke Mahkamah Tawau (pengadilan setempat-Red) yang terletak di pusat kota dan menjadi tontonan banyak orang.&lt;br /&gt;"Aku menunduk malu ditonton banyak orang yang melihat kami digari (diborgol-Red). Itu terjadi tiga kali, padahal kami korban dari perbuatan sindikat," kata Asih dengan mata berkaca-kaca.&lt;br /&gt;Perlakuan berlebihan dari aparat Malaysia juga terjadi sewaktu menjalani pengobatan di rumah sakit. Akibat rahimnya sakit parah, Puput, salah seorang dari korban sindikat pelacuran, harus menjalani pengobatan di Hospital Tawau, tetapi dengan tangan dibelenggu.&lt;br /&gt;"Dulu sewaktu disekap di hotel aku sering diurut karena kandunganku turun. Penyakit itu kambuh di tahanan polisi, dan aku dibawa ke Hospital Tawau dengan tangan diborgol dan dikawal dua petugas," ucap Puput yang terlihat sangat pucat dan kurus.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;SETELAH pelecehan fisik dan mental, mereka menemui kenyataan pahit. Pihak Mahkamah membatalkan kasus dengan alasan tidak cukup bukti yang menunjukkan mereka dipaksa menjual diri di Malaysia.&lt;br /&gt;Ironisnya, mereka malah dianggap sebagai pendatang haram yang menyalahi peraturan imigrasi. Tuduhan itu membuat mereka pun dipindah dari tangan Polisi ke pihak Imigresen yang menahan mereka di dalam PTS Tawau untuk menunggu proses deportasi.&lt;br /&gt;Pihak konsul mengajukan protes terhadap proses hukum yang "semau gue" oleh aparat Malaysia. Setelah berulang kali mengajukan keberatan, akhirnya pihak Malaysia mengeluarkan para perempuan itu dari PTS.&lt;br /&gt;"Kami sangat kecewa terhadap sikap Malaysia. Kami berupaya secepatnya mengeluarkan mereka agar dapat segera pulang ke kampung halaman. Setidaknya derita di Malaysia cepat berakhir," ujar Makdum.&lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah perempuan yang dijual di Tawau, Makdum telah berusaha berulang kali melakukan pendekatan terhadap pejabat setempat. Sedangkan dari Jakarta, menurut Makdum, hingga kini belum ada instruksi dari pemerintah pusat tentang penanganan WNI yang dipaksa melacur di Sabah ataupun Malaysia secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Yang jelas, kepedulian pemerintah pusat sangat diharapkan untuk menuntaskan masalah ini. Dalam pantauan Kompas pekan ini di Tawau, Malaysia, belasan hotel mesum tempat praktik pelacuran yang mempekerjakan WNI tetap buka siang-malam dengan bebasnya.&lt;br /&gt;Aparat Malaysia dalam hal ini terbukti tidak bisa diandalkan untuk menuntaskan perdagangan wanita karena mereka pun terlibat di dalamnya ataupun mendiamkan. Pengakuan para korban memperkuat dugaan itu. Asih, Desi, dan Puput serempak mengaku, tidak ada satu pun polis lelaki di Tawau yang tidak menjadi langganan pelacuran di kota pelabuhan itu.&lt;br /&gt;"Semua polis itu pernah naik hotel. Apalagi para pimpinan mereka seperti Tuan Li yang tidak pernah membayar kalau mem-booking kami di Hotel Marco Polo," ujar Desi yang diiyakan teman-temannya. (Iwan Santosa, Tawau-Sabah, Malaysia)&lt;br /&gt;Error! Hyperlink reference not valid.&lt;br /&gt;______________________Terbitan : 7 Okt 2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterbitkan oleh : Lajnah Penerangan dan Dakwah, DPP Kawasan Dungun, Terengganuhttp://clik.to/tranung atau &lt;a href="http://www.tranungkite.cjb.net/"&gt;http://www.tranungkite.cjb.net&lt;/a&gt;Email : &lt;a href="mailto:webmaster@tranungkite.net"&gt;webmaster@tranungkite.net&lt;/a&gt;atau : &lt;a href="mailto:tranung2000@yahoo.com"&gt;tranung2000@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1432614098327191945-5818770093600765564?l=sahabattki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabattki.blogspot.com/feeds/5818770093600765564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1432614098327191945&amp;postID=5818770093600765564' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/5818770093600765564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/5818770093600765564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabattki.blogspot.com/2008/08/blog-post.html' title='नसीब'/><author><name>Sahabatmu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16888093621067504981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432614098327191945.post-2922611654456585038</id><published>2008-08-20T23:59:00.001-07:00</published><updated>2008-08-21T00:13:47.697-07:00</updated><title type='text'>Merekay ang menjadi bagian dari diriku</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Begitu comel dan lucunya anakku.Semoga dirimu selalu sehat-sehat&lt;/strong&gt;.&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_oWUwugLyIY4/SK0UFr8ZbWI/AAAAAAAAAAw/r75OqANUQDQ/s1600-h/Foto079.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236864029629705570" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_oWUwugLyIY4/SK0UFr8ZbWI/AAAAAAAAAAw/r75OqANUQDQ/s320/Foto079.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_oWUwugLyIY4/SK0S4dkVocI/AAAAAAAAAAg/NX-JX6-eZX4/s1600-h/Foto093.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236862702920769986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_oWUwugLyIY4/SK0S4dkVocI/AAAAAAAAAAg/NX-JX6-eZX4/s320/Foto093.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;strong&gt;Tambatan hatiku&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;  Dia yang yang suka mengganggu adiknya yang &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;  lagi bobok.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1432614098327191945-2922611654456585038?l=sahabattki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabattki.blogspot.com/feeds/2922611654456585038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1432614098327191945&amp;postID=2922611654456585038' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/2922611654456585038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/2922611654456585038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabattki.blogspot.com/2008/08/merekay-ang-menjadi-bagian-dari-diriku.html' title='Merekay ang menjadi bagian dari diriku'/><author><name>Sahabatmu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16888093621067504981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oWUwugLyIY4/SK0UFr8ZbWI/AAAAAAAAAAw/r75OqANUQDQ/s72-c/Foto079.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432614098327191945.post-3005735831197925350</id><published>2008-08-20T23:43:00.001-07:00</published><updated>2008-08-20T23:58:47.811-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluargaku'/><title type='text'>mereka yang kusayangi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_oWUwugLyIY4/SK0Q3ZEVPdI/AAAAAAAAAAY/QffHkDueWUE/s1600-h/Foto051.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236860485509660114" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_oWUwugLyIY4/SK0Q3ZEVPdI/AAAAAAAAAAY/QffHkDueWUE/s320/Foto051.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_oWUwugLyIY4/SK0PS-yADZI/AAAAAAAAAAQ/UCN0ZtTjwmM/s1600-h/Ali.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236858760466533778" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_oWUwugLyIY4/SK0PS-yADZI/AAAAAAAAAAQ/UCN0ZtTjwmM/s320/Ali.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini ada anak pertamaku,kedua,istri,keponakanku.Semoga dirimu menjadi anak berkembang sehingga menjadi anak yang sholeh,nurut pada orang tua berguna untuk agama bangsa dan negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu ayah merindui dirimu setiap waktu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam sayang untuk dirimu semua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ayahmu.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1432614098327191945-3005735831197925350?l=sahabattki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabattki.blogspot.com/feeds/3005735831197925350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1432614098327191945&amp;postID=3005735831197925350' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/3005735831197925350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/3005735831197925350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabattki.blogspot.com/2008/08/mereka-yang-kusayangi.html' title='mereka yang kusayangi'/><author><name>Sahabatmu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16888093621067504981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oWUwugLyIY4/SK0Q3ZEVPdI/AAAAAAAAAAY/QffHkDueWUE/s72-c/Foto051.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432614098327191945.post-5414820054273588665</id><published>2008-08-19T23:04:00.000-07:00</published><updated>2008-08-19T23:05:04.366-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Majikan Malaysia aniaya TKW&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saturday, 09 August 2008 23:09 WIB&lt;br /&gt;WASPADA ONLINE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANJUNGPINANG - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Jember, Jawa Timur&lt;br /&gt;,Nurcahyani( 17) yang sempat bekerja di Malaysia dianiaya majikannya, tanpa&lt;br /&gt;alasan yang jelas .&lt;br /&gt;WASPADA ONLINE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANJUNGPINANG - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Jember, Jawa Timur&lt;br /&gt;,Nurcahyani( 17) yang sempat bekerja di Malaysia dianiaya majikannya, tanpa&lt;br /&gt;alasan yang jelas .&lt;br /&gt;"Saya bekerja&lt;br /&gt;selama tiga bulan sebagai pembantu rumah tangga di Semenyek, Malaysia," ucap&lt;br /&gt;Nur yang saat ini dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang, Sabtu.&lt;br /&gt;Kaki, tangan, dan&lt;br /&gt;bahu Nur patah karena dipukul majikannya dengan kayu. Menurut Nur,&lt;br /&gt;majikan perempuannya bernama Ratna. Ratna sering mengucapkan kalimat tidak&lt;br /&gt;wajar kepada Nur.&lt;br /&gt;Terkadang Nur juga&lt;br /&gt;dijadikan sebagai tempat pelampiasan kemarahan Ratna.&lt;br /&gt;"Saya sendiri&lt;br /&gt;tak tahu apa kesalahan saya hingga majikan saya itu berbuat kejam,"&lt;br /&gt;katanya.&lt;br /&gt;Sepekan lalu, kata&lt;br /&gt;Nur, sepasang suami istri tempatnya bekerja terlibat pertengkaran hebat. "Lagi-lagi&lt;br /&gt;saya jadi tempat pelampiasan. Ratna menarik tubuh Nur dan memukul dan menendang&lt;br /&gt;saya," katanya sambil menahan rasa sakit.&lt;br /&gt;Saat itu, seluruh&lt;br /&gt;tubuh Nur dipukuli Ratna. Kurang puas, Ratna menggunakan kayu berukuran besar&lt;br /&gt;dan memukuli Nur.&lt;br /&gt;Beberapa tulang&lt;br /&gt;tubuh Nur patah dan kepalanya koyak hingga mengelurakan darah segar.&lt;br /&gt;"Berdarah&lt;br /&gt;seluruh tubuh saya. Sakit sekali rasanya," tuturnya sambil menunjukkan&lt;br /&gt;luka bekas pukulan benda tumpul. Ia mengaku tak&lt;br /&gt;mampu melawan karena tubuh Ratna tinggi besar.&lt;br /&gt;"Saya hanya&lt;br /&gt;minta ampun. Tapi tak dihiraukan," ujar Nur yang memiliki tubuh ramping.&lt;br /&gt;Nur kabur dari&lt;br /&gt;rumah majikannnya saat ada kesempatan. "Saya berlari&lt;br /&gt;minta bantuan polisi yang ada di Selangor," katanya.&lt;br /&gt;Di tengah lapangan&lt;br /&gt;kantor polisi, Nur akhirnya pingsan tak sadarkan diri. Dia kemudian dibawa oleh&lt;br /&gt;petugas polisi dan Imigrasi Malaysia ke rumah sakit.&lt;br /&gt;Selama seminggu&lt;br /&gt;Nur dirawat. Kemudian ia diusir ke Indonesia bersama 298 TKI bermasalah di&lt;br /&gt;Malaysia melalui pelabuhan Sri Bintan Pura Kota Tanjungpinang, Jumat (8/8).&lt;br /&gt;Setiba di&lt;br /&gt;Tanjungpinang, kondisi Nur masih lemah. Tangan kanannya dibalut perban.&lt;br /&gt;Wajahnya pucat pasih. "Saya masih&lt;br /&gt;trauma. Takut," katanya.&lt;br /&gt;Menurut Nur, majikannya&lt;br /&gt;kasus penganiayaannya diproses polisi Malaysia, namun majikannya telah kabur&lt;br /&gt;dari kediamannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1432614098327191945-5414820054273588665?l=sahabattki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabattki.blogspot.com/feeds/5414820054273588665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1432614098327191945&amp;postID=5414820054273588665' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/5414820054273588665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/5414820054273588665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabattki.blogspot.com/2008/08/majikan-malaysia-aniaya-tkw-saturday-09.html' title=''/><author><name>Sahabatmu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16888093621067504981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432614098327191945.post-6174872128482817290</id><published>2008-08-19T22:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-19T23:04:05.507-07:00</updated><title type='text'>Lagi-lagi Tkw jadi Korban</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Majikan malaysia aniaya 2 TKW&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Senin, 18 Juni 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pontianak- Kembali, dua Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia yang bekerja sebagai pembantu di Malaysia tidak mendapatkan gaji selama berbulan-bulan. Bahkan mereka mendapatkan perlakuan semena-mena dari majikannya, mulai dari tamparan di pipi, dijambak rambutnya hingga pemukulan. Awal mula ia bekerja di Malaysia dari ajakan temannya di Pemangkat yang mengajaknya pergi ke Balai Karangan. Dari sana, ia kemudian diajak lagi untuk bekerja di Malaysia di sebuah kilang dengan gaji 250 - 300 Ringgit per bulannya. Karena memang sedang butuh kerja dan mendapatkan tawaran menggiurkan begitu, Nunu langsung mengiyakan. Tak lama berselang, ia dibawa ke Entikong dan paspornya diserahkan kepada agen bernama Elle dan ia ditampung selama seminggu. Ternyata, setelah majikan mengambilnya, bukan kerja di kilang yang diberikan padanya melainkan ia malah disuruh kerja sebagai pelayan kedai kopi. Kerjanya yang mulai subuh hingga tengah malam, membuat Nunu tak betah, ia memilih untuk pulang saja. Apalagi perlakuan majikannya yang kadang diluar batas kemanusiaan, membuat tekatnya kian kuat. Karena itulah, ia langsung menghubungi agennya Elle untuk minta tolong, tetapi majikannya tetap tak mau melepaskan dirinya. "Saya ditahan di rumah tauke itu," cetusnya. Suatu malam, Nunu nekat kabur dari rumah majikannya yang merangkap kedai kopi itu. Ia langsung menelpone taksi dan minta diantarkan ke Konsulat.&lt;br /&gt;Untunglah perjalanannya lancar-lancar saja sehingga ia bisa terbebas dari jeratan si tauke yang sering ringan tangan. Nunu mengenang, bagaimana perlakuan majikannya yang bila ia salah kerja sedikit saja, maka tamparan di pipi atau jambakan rambut, tak luput diterimanya. "Wajah dan tubuh saya sampai bengkak-bengkak kebiruan dipukuli, belum hilang bekasnya, sudah dipukul lagi," katanya sedih. Begitupun gaji yang menjadi haknya selama sembilan bulan bekerja memeras keringat di kedai kopi, ternyata tidak pernah dibayarkan barang sedikitpun, ia hanya diberi makan seadanya saja. "Bahkan untuk beli keperluan pembalut kewanitaan saja, saya tak punya uang. Untunglah teman-teman disana, berbaik hati mau memberi," katanya pilu. Nasib tak dibayarkan gajinya juga menimpa seorang ibu rumah tangga berinisial Marsi, asal Medan Sumatera Utara. Ketika diajak pergi oleh sponsor, ia dijanjikan akan kerja di sebuah restoran di Malaysia dengan gaji 300 Ringgit per bulan. Meski tak dipungut bayaran, namun untuk kepergiannya ke Malaysia, Marsi harus mengeluarkan uang dari koceknya sendiri. Baru dua bulan berada di rantau, karena dipekerjakan semena-mena sebagai pembantu rumah tangga. Marsi memilih untuk pulang saja ke tanah air. Betapa kagetnya ia ketika hendak meminta uang gajinya, ternyata semua hasil jerih payahnya telah "dimakan" oleh agennya, Ase. Tinggallah ia merana pergi ke Konsulat, dengan tangan hampa.(mel)&lt;br /&gt;&lt; Pontianak- Kembali, dua Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia yang bekerja sebagai pembantu di Malaysia tidak mendapatkan gaji selama berbulan-bulan. Bahkan mereka mendapatkan perlakuan semena-mena dari majikannya, mulai dari tamparan di pipi, dijambak rambutnya hingga pemukulan. Awal mula ia bekerja di Malaysia dari ajakan temannya di Pemangkat yang mengajaknya pergi ke Balai Karangan. Dari sana, ia kemudian diajak lagi untuk bekerja di Malaysia di sebuah kilang dengan gaji 250 - 300 Ringgit per bulannya. Karena memang sedang butuh kerja dan mendapatkan tawaran menggiurkan begitu, Nunu langsung mengiyakan. Tak lama berselang, ia dibawa ke Entikong dan paspornya diserahkan kepada agen bernama Elle dan ia ditampung selama seminggu. Ternyata, setelah majikan mengambilnya, bukan kerja di kilang yang diberikan padanya melainkan ia malah disuruh kerja sebagai pelayan kedai kopi. Kerjanya yang mulai subuh hingga tengah malam, membuat Nunu tak betah, ia memilih untuk pulang saja. Apalagi perlakuan majikannya yang kadang diluar batas kemanusiaan, membuat tekatnya kian kuat. Karena itulah, ia langsung menghubungi agennya Elle untuk minta tolong, tetapi majikannya tetap tak mau melepaskan dirinya. "Saya ditahan di rumah tauke itu," cetusnya. Suatu malam, Nunu nekat kabur dari rumah majikannya yang merangkap kedai kopi itu. Ia langsung menelpone taksi dan minta diantarkan ke Konsulat.&lt;br /&gt;Untunglah perjalanannya lancar-lancar saja sehingga ia bisa terbebas dari jeratan si tauke yang sering ringan tangan. Nunu mengenang, bagaimana perlakuan majikannya yang bila ia salah kerja sedikit saja, maka tamparan di pipi atau jambakan rambut, tak luput diterimanya. "Wajah dan tubuh saya sampai bengkak-bengkak kebiruan dipukuli, belum hilang bekasnya, sudah dipukul lagi," katanya sedih. Begitupun gaji yang menjadi haknya selama sembilan bulan bekerja memeras keringat di kedai kopi, ternyata tidak pernah dibayarkan barang sedikitpun, ia hanya diberi makan seadanya saja. "Bahkan untuk beli keperluan pembalut kewanitaan saja, saya tak punya uang. Untunglah teman-teman disana, berbaik hati mau memberi," katanya pilu. Nasib tak dibayarkan gajinya juga menimpa seorang ibu rumah tangga berinisial Marsi, asal Medan Sumatera Utara. Ketika diajak pergi oleh sponsor, ia dijanjikan akan kerja di sebuah restoran di Malaysia dengan gaji 300 Ringgit per bulan. Meski tak dipungut bayaran, namun untuk kepergiannya ke Malaysia, Marsi harus mengeluarkan uang dari koceknya sendiri. Baru dua bulan berada di rantau, karena dipekerjakan semena-mena sebagai pembantu rumah tangga. Marsi memilih untuk pulang saja ke tanah air. Betapa kagetnya ia ketika hendak meminta uang gajinya, ternyata semua hasil jerih payahnya telah "dimakan" oleh agennya, Ase. Tinggallah ia merana pergi ke Konsulat, dengan tangan hampa.(mel)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1432614098327191945-6174872128482817290?l=sahabattki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabattki.blogspot.com/feeds/6174872128482817290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1432614098327191945&amp;postID=6174872128482817290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/6174872128482817290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/6174872128482817290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabattki.blogspot.com/2008/08/lagi-lagi-tkw-jadi-korban.html' title='Lagi-lagi Tkw jadi Korban'/><author><name>Sahabatmu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16888093621067504981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432614098327191945.post-6116110643074744947</id><published>2008-08-18T23:05:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T23:09:06.104-07:00</updated><title type='text'>WNI Jadi hamba dimalaysia</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pekerja asing dakwa dijadikan hamba &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Aug 11, 08 4:55pm&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;Suruhanjaya Hak Asasi Manusia (Suhakam) menerima sekurang-kurangnya dua aduan setiap hari berhubung masalah yang dihadapi pekerja asing di negara ini, termasuk dakwaan dijadikan hamba. "Sekurang-kurangnya dua kes berkaitan hak asasi pekerja diterima (oleh Suhakam) setiap hari. "Isu mengenai hak asasi pekerja itu perlu diatasi segera," kata pesuruhjayanya Datuk N Siva Subramaniam, lapor Bernama.Beliau menambah, aduan yang diterima termasuklah dibuang kerja, mencuaikan hak dalam perjanjian pekerjaan, gaji dan aduan mengenai mereka dijadikan hamba.Sehubungan itu, beliau menggesa kerajaan membenarkan pekerja asing menubuhkan persatuan untuk membolehkan mereka menyuarakan masalah yang dihadapi dengan majikan.Melalui cara itu, tambahnya, segala aduan dan masalah yang dihadapi mereka dapat disalur secara rasmi.Banyak negara telah membenarkan penubuhan persatuan seumpama itu dan ia tidak menimbulkan sebarang masalah, katanya selepas persidangan meja bulat bersama kesatuan-kesatuan sekerja di pejabat Suhakam hari ini.Sementara itu, lapor agensi berira itu lagi, Setiausaha Agung Kongres Kesatuan Sekerja Malaysia (MTUC) G Rajasekaran berkata ia menerima 1,200 aduan daripada pekerja tahun lepas membabitkan masalah majikan tidak membayar gaji.Perbincangan sehari, antaranya, mengenai isu-isu mengenai kebebasan untuk berpersatuan, diskriminasi serta hak asasi pekerja melibatkan wakil-wakil Cuepacs, MTUC, Majlis Peguam, Tenaganita, Suara Rakyat Malaysia (Suaram) dan Persekutuan Majikan Malaysia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1432614098327191945-6116110643074744947?l=sahabattki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabattki.blogspot.com/feeds/6116110643074744947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1432614098327191945&amp;postID=6116110643074744947' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/6116110643074744947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/6116110643074744947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabattki.blogspot.com/2008/08/wni-jadi-hamba-dimalaysia.html' title='WNI Jadi hamba dimalaysia'/><author><name>Sahabatmu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16888093621067504981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432614098327191945.post-3594298844675348902</id><published>2008-08-18T23:00:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T23:04:23.686-07:00</updated><title type='text'>Berita Untuk WNI</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.blogger.com/news_cats.php?cat_id=41"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Berita Warga Indonesia dimalaysia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Iqbal, Mahasiswa Program Doktor Psikologi Universiti Kebangsaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MalaysiaPada 7 Oktober 2007, pasukan Relawan Rakyat (Rela) menggerebek rumah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil program master di Universiti Kebangsaan Malaysia. Mereka mendobrak pintu dengan tidak sopan. Mereka merusak pintu dengan alasan mencari pendatang asing tanpa izin (PATI). Keesokan harinya, istri seorang diplomat KBRI Kuala Lumpur ditahan di Pasar Chow Kit Kuala Lumpur dengan alasan kartu diplomat tersebut palsu. Perbuatan seperti itu sering dilakukan para Rela terhadap WNI di Malaysia. Intimidasi, pemukulan, perampokan, bahkan pemerkosaan terhadap WNI sering terjadi di Malaysia. Rela yang merupakan pasukan sukarelawan yang dibentuk Kementrian Dalam Negeri Malaysia yang berjumlah sekitar 400 ribu personel. Salah satu tujuan dibentuknya Rela adalah untuk menangkap pendatang asing tanpa izin (PATI). Mereka terdiri dari rakyat Malaysia yang sehari-harinya memiliki berbagai macam profesi, seperti sopir taksi, pensiunan tentara/polisi, pedagang, pekerja pabrik bahkan pengangguran. Dengan pelatihan yang diberikan, mereka mendapatkan seragam khusus, gaji bulanan, dan imbalan apabila mendapatkan seorang PATI senilai RM 80 atau senilai Rp200 ribu per PATI. Rela sering menimbulkan masalah dalam melaksanakan tugas karena kerap bertindak tidak profesional dan menyalahgunakan kekuasaan.Menurut data Migran Care 2005, tercatat 24 kasus penyalahgunaan kekuasaan oleh Rela terhadap WNI di Malaysia. TKI ilegal vs majikan ilegalPermasalahan PATI di Malaysia terjadi karena kebijakan pemerintah Malaysia yang menggunakan standar ganda. TKI ilegal yang diburu para Rela sebenarnya tidak bisa bertahan kalau tidak ada majikan yang mempekerjakan mereka. Menurut data imigrasi Malaysia, dalam setahun mereka mendeportasi 40 ribu TKI ilegal, sedangkan sepanjang 2000-2007 baru seorang majikan yang dihukum karena mempekerjakan TKI ilegal. Itu menunjukkan kebijakan pemerintah Malaysia yang tidak mampu membendung pendatang ilegal dan tanpa disadari telah mengeksploitasi TKI ilegal untuk kepentingan ekonomi karena TKI ilegal dapat digaji dengan murah. Sebenarnya kalau mau serius memberantas PATI, pemerintah Malaysia seharusnya bertindak tegas kepada majikan. Kehadiran Rela yang mulai 'bergerak lincah' dalam beberapa tahun belakangan ini yang berpihak kepada kepentingan majikan tentunya telah mendiskriminasi dan menyalahgunakan kekuasaan. Salah satu penyebab terjadinya kesewenang-wenangan , yakni pemerintah Indonesia dalam Mou Pekerja Informal menyepakati paspor ditahan majikan sehingga hal itu sering disalahgunakan majikan untuk menekan dan mengintimidasi TKI. Karena dalam praktiknya, Rela tidak mengakui paspor foto kopi. Apabila TKI tertangkap, majikan enggan mengurus pembebasan para TKI sehingga banyak TKI yang ditahan Rela bukan karena tidak memiliki dokumen, melainkan paspor tersebut berada di tangan majikan. Peran KBRI dan KJRI perlu lebih ditingkatkan dalam melindungi WNI di luar negeri. Konsep perlindungan berbasis masyarakat perlu dilakukan dengan semua elemen masyarakat, seperti mahasiswa, paguyuban TKI, ekspatriat, dan WNI penduduk tetap, sehingga seluruh WNI di Malaysia memiliki kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan WNI lainnya. Dengan melibatkan semua elemen masyarakat di Malaysia, Rela akan berhati-hati dalam memperlakukan TKI.Perlakuan sewenang-wenang sering terjadi karena rendahnya harkat dan martabat kita di mata rakyat Malaysia. Untuk itu, diperlukan, tindakan yang tegas dan berani dari pemerintah untuk menyikapi pelanggaran HAM terhadap TKI. Pemerintah perlu mengubah MoU dengan menghapuskan klausa paspor ditahan majikan sehingga TKI dapat bekerja dengan leluasa dan perlakuan majikan akan lebih baik karena mereka akan khawatir kalau tidak memberikan perlakuan yang baik TKI akan lari. Itu dilakukan untuk menghindari tindakan semena-mena Rela terhadap TKI. Presiden harus berani melindungi WNI di Malaysia secara tegas dan terbuka karena selama ini diplomasi yang dilakukan pemerintah terhadap Malaysia bersifat basa-basi dan tidak maksimal.Pemerintah sebaiknya segera mengirim duta besar luar biasa berkuasa penuh ke Malaysia yang hampir setahun kosong, penulis tidak sependapat dengan beberapa opini yang memberikan statement menarik dubes ataupun menunda pengiriman dubes karena secara politis tidak menguntungkan TKI di Malaysia. Penundaan tersebut hanyalah kepentingan sesaat dan tidak memiliki implikasi yang positif bagi nasib jutaan TKI di Malaysia yang mengharapkan perlindungan maksimal. Diharapkan, dengan kehadiran Dubes baru, ada nuansa segar dalam memperjuangkan nasib TKI di negeri Jiran dari tindakan semena-mena Rela dan aparat hukum Malaysia lainnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1432614098327191945-3594298844675348902?l=sahabattki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabattki.blogspot.com/feeds/3594298844675348902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1432614098327191945&amp;postID=3594298844675348902' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/3594298844675348902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/3594298844675348902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabattki.blogspot.com/2008/08/berita-untuk-wni.html' title='Berita Untuk WNI'/><author><name>Sahabatmu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16888093621067504981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432614098327191945.post-8936086524037188591</id><published>2008-08-16T23:56:00.000-07:00</published><updated>2008-08-16T23:59:28.283-07:00</updated><title type='text'>Nasib jadi TKI</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;SIAP PEDULI NASIB TKI??&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apr 10th, 2008  By &lt;a title="Posts by PUSPeK Averroes" href="http://puspek-averroes.org/author/PUSPeK%20Averroes/"&gt;PUSPeK Averroes&lt;/a&gt;  Category: &lt;a title="View all posts in OPINI PILIHAN" href="http://puspek-averroes.org/category/opini/" rel="category tag"&gt;OPINI PILIHAN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Abdullah Yazid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri memberikan devisa cukup besar bagi negeri ini. Besarnya kiriman uang selalu naik dari tahun ke tahun. Jumlah yang pergi ke luar negeri dan menjadi TKI baru pun cukup banyak. Berdasarkan pemberitaan surat kabar, dari sekitar 400 perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia atau PJTKI dan 300 balai latihan kerja di seluruh Indonesia banyak yang berpredikat tidak layak. Sungguh mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;Parahnya, proses dan mekanisme bekerja di luar negeri seringkali berbelit-belit. Bahkan, KPK menemukan 11 titik rawan dalam sistem pelayanan, penempatan, dan perlindungan TKI dengan potensi korupsi yang sangat merugikan. Jika faktanya demikian, jangan heran jika sebagian dari mereka justru menggunakan jalur dan proses ilegal yang jauh lebih mudah dan murah. Jumlah TKI ilegal ini diperkirakan lebih banyak dari yang legal, namun jumlahnya tidak diketahui secara pasti. Umumnya mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan buruh di perkebunan.&lt;br /&gt;Fakta ini menyebabkan timbulnya beberapa masalah serius. Pertama, minimnya perlindungan hukum bagi para tenaga kerja tersebut baik dalam maupun luar negeri. Kedua, kurangnya jaminan keamanan dan kesejahteraan para TKI di tempat mereka bekerja. Kasus Ceriyati dan Suparti, dua TKI di Malaysia yang melarikan diri dari tempat mereka bekerja, cukup menunjukkan betapa TKI kita berada pada posisi minus proteksi dan lemah di depan hukum. Ketiga, muncul problem struktural hubungan bilateral antara pemerintah Indonesia dengan negara tempat para TKI bekerja akibat persoalan sosial, ekonomi, politik, dan keamanan. Belum lagi jika pemerintah dihadapkan pada masalah dalam negeri akibat “pengusiran paksa” tenaga kerja, seperti yang sering dilakukan pemerintah asing. Bahkan, baru-baru ini puluhan calon pekerja Indonesia dengan tujuan Korea Selatan sempat tertipu oleh oknum di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Penipunya diperkirakan menerima ratusan juta dari aksinya. Lengkap sudah kemalangan TKI kita, bahkan yang masih berstatus calon TKI.&lt;br /&gt;Dilema&lt;br /&gt;Sejauh ini, pemerintah terlihat belum memiliki kebijakan taktis dan strategis mengatasi persoalan TKI. Besarnya devisa negara yang bisa diperoleh dari sektor penempatan TKI di luar negeri bisa jadi membuat pemerintah “mempertahankan” mereka.&lt;br /&gt;Faktanya pun jumlah TKI dari tahun ke tahun makin banyak. Di Jatim saja, sebagai provinsi yang terhitung menyumbang TKI cukup banyak, jumlah TKI yang berangkat selama 2006 mencapai 58.547 orang, meningkat dari 2005 sebanyak 56.033 orang.&lt;br /&gt;Sayangnya, proses dan mekanisme penempatan kerja di luar negeri tidak juga kunjung membaik. Pemerintah dalam konteks ini masih saja kurang memperhatikan prinsip manajemen pelayanan yang berbasis pemenuhan kepuasan konsumen. Yang terjadi, proses yang harus ditempuh selalu melalui tahapan yang membutuhkan waktu lama, berbelit-belit, dan sangat memakan biaya.&lt;br /&gt;Menyelesaikan problem TKI luar negeri dengan aneka kasus di atas memang bukan pekerjaan mudah. Apalagi, kasus-kasus tersebut menyangkut hubungan unilateral antarnegara. Kasus yang terjadi seolah menjadi lingkaran setan. Misalnya, adanya peraturan perundangan pemerintah setempat yang diskriminatif dan sepihak, seperti yang baru saja dilakukan oleh pemerintah Malaysia terhadap para tenaga kerja asing yang bekerja di negara itu. Bahkan, tidak jarang TKI juga mengalami penganiayaan, penipuan, dan pelecehan seksual. Terkadang, TKI sendiri yang justru melanggar, misalnya, mencuri atau lalai dalam pekerjaan.&lt;br /&gt;Penyelesaian kasus per kasus tersebut sudah barang tentu akan membutuhkan kajian sosial politik yang mendalam karena menyangkut kebijakan politik luar negeri pemerintah Indonesia secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Di negara-negara maju upaya memberikan perlindungan dan pembinaan tenaga kerja menjadi dimensi penting bagi kemajuan industri. Sebaliknya di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, masalah pelayanan penempatan tenaga kerja dalam rangka pendayagunaannya belum dioptimalkan sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.&lt;br /&gt;Pelatihan Optimal&lt;br /&gt;Dalam menyikapi masalah TKI, rendahnya kualitas dan etos kerja, serta pengangguran yang membeludak, pemerintah perlu sesegera mungkin memikirkan upaya capacity building dan penyediaan fasilitas yang memadai. Ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, pengalaman, sekaligus memberikan kesempatan dan perlakuan yang sama. Misalnya, kepada TKI dan usia-usia produktif di masyarakat yang berkecenderungan ingin bekerja ke luar negeri diberikan pelatihan kerja secara optimal agar dapat meningkatkan kemampuan demi terciptanya produktivitas kerja.&lt;br /&gt;Apalagi, kita saat ini dihadapkan pada era keterbukaan global, seperti, AFTA, NAFTA, dan era liberalisasi. Mau tidak mau, kualitas tenaga kerja Indonesia harus meningkat agar dapat bersaing di pasaran tenaga kerja. Sekurang-kurangnya, tenaga kerja kita harus bisa bersaing di negeri sendiri, karena aliran tenaga kerja asing akan menerpa Indonesia di era globalisasi tersebut.&lt;br /&gt;Selain itu, pemerintah mesti mulai menciptakan program padat karya produktif, mengingat kekayaan lokal kita seringkali hanya dijual mentah-mentah tanpa mengetahui proses kreatif. Solusi selanjutnya adalah usaha mandiri. Usaha macam inilah yang bisa bertahan dalam menghadapi krisis ekonomi beberapa waktu lalu. Yang tidak kalah penting, bangsa ini juga harus mulai membangun basis tenaga kerja pemuda mandiri profesional. Saat ini, kurang lebih satu juta sarjana yang tidak memiliki pekerjaan. Akan lebih bermanfaat jika para sarjana ini pulang kampung dan membangun desanya.&lt;br /&gt;Penulis adalah Peneliti Pusat Studi dan Pengembangan Kebudayaan (PUSPeK) Averroes, Malang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Nopember 2007, Ketenagakerjaan, Suara Pembaruan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1432614098327191945-8936086524037188591?l=sahabattki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabattki.blogspot.com/feeds/8936086524037188591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1432614098327191945&amp;postID=8936086524037188591' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/8936086524037188591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/8936086524037188591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabattki.blogspot.com/2008/08/nasib-jadi-tki.html' title='Nasib jadi TKI'/><author><name>Sahabatmu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16888093621067504981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432614098327191945.post-8029635733493058642</id><published>2008-08-15T21:09:00.000-07:00</published><updated>2008-08-15T21:31:42.558-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='welcome'/><title type='text'>Blog untuk sahabat TKI/TKW</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;SELAMAT DATANG!!!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Sahabatku TKI/TKW yang sekarang dirantau malaysia,ternyata bukan hal yang menuyenangkan harus tinggal di negeri orang.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Banyak hal-hal kejadian yang tidak sewajarnya menimpa rekan-rekan kita.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Untuk itu kami,salah satu dari sahabatmu ini,sengaja membuat blog ini dengan harapan bisa menampung segala aspirasi rekan-rekan semua,sekaligus hiburan kecil disela-sela waktu bekerja,juga bisa menjadi ajang persahabatan/kebersamaan antara sesama rekan TKI/TKW.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Sekali lagi kami ucapkan selamat berjumpa dan selamat datang,juga nitip salam untuk rekan-rekan yang lain.Semoga ada waktu untuk berkunjung keblog ini sewaktu-waktu.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Rekan-rekan juga bisa mengirim foto kesayangan akan saya tampilkan diblog ini,selain tulisan yang akan mengisi blog ini.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Bagi yang ingin tahu banyak tentang internet saya juga bersedia membantu,&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;secara cuma-cuma.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Ini alamat Email saya:Budakindonesia@gmail.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Telpon:Belum punya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1432614098327191945-8029635733493058642?l=sahabattki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sahabattki.blogspot.com/feeds/8029635733493058642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1432614098327191945&amp;postID=8029635733493058642' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/8029635733493058642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432614098327191945/posts/default/8029635733493058642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sahabattki.blogspot.com/2008/08/blog-untuk-sahabat-tkitkw.html' title='Blog untuk sahabat TKI/TKW'/><author><name>Sahabatmu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16888093621067504981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
